Saturday, October 17, 2015

Menjaga Kesehatan dengan Puasa

Manfaat Puasa terhadap Kesehatan
Dr Akmal Yadi, MARS

Tinggal menghitung hari Umat Muslim akan menjalankan ibadah Puasa atau Shaum. Penjelasan dari sisi syariah tentang rukun Islam ke-4 ini sudah lazim kita dapatkan dari mimbar ceramah  di mesjid atau Musholla dan majlis taklim. Pada kesempatan ini kita akan melihat manfaat puasa terhadap kesehatan tubuh manusia. Dengan puasa umat Muslim tidak makan dan minum sejak imsak sampai magrib sekitar 14 jam setiap hari selama bulan Ramadhan, padahal dalam keadaan normal tubuh memerlukan waktu 4 jam untuk mengolah makan sejak masuk mulut sampai proses pengolahan makan dilambung dan 4 jam untuk mencerna dan menyerap sari makanan diusus kemudian disebarkan keseluruh tubuh melalui peredaran darah sehingga total waktu yang dibutuhkan tubuh  untuk mengolah makanan dengan sempurna 8 jam, dengan demikian masih tersisa waktu 6 jam sistem pencernaan dalam kondisi kosong dan kerjanya lebih ringan dibanding hari-hari diluar Ramadhan, kondisi inilah yang menyebabkan dampak positif puasa terhadap kesehatan yaitu:
1.       Menyehatkan sistem pencernaan,  selama puasa ada jeda waktu 6 jam kerja organ   pencernaan lebih ringan sehingga memberi  kesempatan sel-sel tubuh disaluran pencernaan untuk memperbaiki kerusakan yang  terjadi dan membersihkan kotoran yang menumpuk sehingga performa lebih meningkat.

2.       Meningkatkan daya serab usus terhadap zat zat gizi yang terkandung dalam makanan dari 35% menjadi 85% karena sel-sel usus sudah mengalami perbaikan selama berpuasa.


3.       Membuang racun dalam tubuh(Detoksifikasi), setelah zat gizi dari makan sahur habis maka otak akan mengeluarkan sinyal dalam bentuk rasa lapar, apabila asupan makan tidak diperoleh maka  tubuh akan mengaktifkan mekanisme khusus untuk memenuhi kebutuhan terhadap makanan yang dikenal dengan AUTOLYSIS yaitu dengan menghancurkan cadangan lemak yang menumpuk dalam tunuh, menghancurkan sel-sel yang rusak, menghancurkan sel-sel abnormal termasuk sel-sel tumor atau sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Proses ini diikuti oleh aktivitas organ Hati(Hepar) yang meningkat 10 kali lebih kuat untuk mengeluarkan zat sisa autolysis dan racun-racun lain(radikal bebas).

4.       Regenerasi sel-sel tubuh, sebagai kelanjutan dari autolysis adalah terbentuknya sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak, sehingga orang yang berpuasa akan terlihat awet muda dan kulitnya lebih bersih.

5.       Menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, pada saat puasa tubuh membakar timbunan lemak  yang tersimpan pada pembuluh darah dan tempat lain, lemak yang tersimpan dalam pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menyempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku sehingga kehilangan kemampuan untuk membesar(vasodilatasi) atau menyempit(vasikontriksi), hal ini yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler seperti Hipertensi, serangan jantung dan strok.

6.       Meningkatkan daya tahan tubuh, dengan puasa tubuh akan lebih tahan terhadap infeksi bakteri dan virus, berdasarkan penelitian hasil penelitian di Universitas Osaka Jepang pada tahun 1930 membuktikan bahwa pada hari ke-7 puasa terjadi peningkatan jumlah sel leuksit( sel darah yang berfungsi menghancurkan virus atau bakteri). Penelitian yang dilakukan oleh Dr Muhammad Dawahiri di Universitas Kairo membuktikan bahwa daya tahan kulit orang yang berpuasa lebih meningkat.

7.       Mencegah berkembangnya sel-sel kanker. Penelitian di Amerika dengan menyuntikkan sel-sel kanker pada dua kelompok tikus. Tikus yang diberi makan akan mati tetapi tikus yang dipuasakan tetap bertahan hidup karena sel kanker yang disuntikkan tidak aktif.

8.       Meningkatkan kecerdasan dan mencegah penyakit degenerative saraf. Penelitian Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak, selain itu Mark Mattson, Ph.D, seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging membuktikan bahwa puasa secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson                                                 

9.       Meningkatkan kontrol emosi dan kesehatan jiwa, hal ini terjadi karena hormon adrenalin dan vasopressin menurun sehingga tubuh labih tahan terhadap stress emosional dan lebih mampu mengontrol libido. Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa mereka yang sedang marah, baik yang dipendam maupun dinyatakan, sedang "panas hati" oleh sebab apa pun, atau sedang dilanda rasa tidak sabar, akan meningkat kadar hormon katekholamin dalam darahnya. Hormon katekholamin ini akan memacu denyut jantung, menegangkan otot-otot, dan menaikkan tekanan darah. Semua itu, jika dibiarkan berlangsung lama, akan membahayakan kesehatan dan mempercepat proses penuaan. Pada orang yang puasa akan terjadi mekanisme pengontrolan emosi untuk tidak marah karena akan membatalkan puasa  Efek inilah yang sebenarnya lebih besar pengaruhnya terhadap kesehatan dalam pengertian yang positif, karena ia akan menghindarkan seseorang dari efek buruk akibat kadar hormon kelompok katekholamin yang meningkat secara berlebihan ketika orang marah, kesal, panas hati, dan tidak sabar.

Puasa sebenarnya mengandung pesan agar orang menghindari perilaku yang tidak sehat, termasuk perilaku yang didorong oleh emosi. Hanya dengan demikian puasa akan memberi manfaat yang besar terhadap kesehatan sehingga terbukti kebenaran Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 184 yang berbunyi:
‘’…barangsiapa yang dengan KERELAAN HATI mengerjakan kebajikan, maka itulah yang LEBIH BAIK baginya. Dan ber-puasa adalah lebih baik bagimu, jika kamu MENGETAHUI.’’                                                       

No comments:

Post a Comment